Ikan Sidat Indonesia di Incar Jepang
KOMPAS.com — Benar jika dikatakan bahwa kekayaan
kelautan dan perikanan Indonesia termasuk yang terbesar di dunia.
Buktinya terlihat dari salah satu spesies ikan kegemaran warga Jepang,
yaitu ikan sidat atau unagi, yang banyak hidup di perairan Indonesia.
Benih ikan sidat yang bisa hidup di air tawar dan asin itu ternyata menjadi incaran pengusaha perikanan Jepang karena harganya yang terbilang wah dan bisa mengucurkan yen ke kantong. Ambil contoh, ikan sidat jenis marmorata. Untuk membeli satu kilogramnya saja, Anda harus menyediakan uang setidaknya Rp 300.000.
Namun, ada juga 5 jenis ikan sidat lainnya yang salah satunya dijual seharga Rp 150.000 per kg, yakni jenis bicolor. Benihnya banyak ditemukan di perairan Palabuhan Ratu, Jawa Barat. Sampai saat ini, manusia belum bisa melakukan pemijahan terhadap benih ikan sidat tersebut. Pasalnya, ikan ini mensyaratkan pemijahan dilakukan di perairan laut dalam setelah benur lahir dan menjadi benih. Biasanya anakan sidat akan berenang ke muara sungai.
Di muara sungai itulah ikan itu besar sampai kemudian datang masa pemijahan lagi. "Jepang yang memiliki teknologi tinggi pun sampai sekarang belum bisa melakukan pemijahan tersebut," papar Made Suita, Kepala Balai Pelayanan Usaha (BLU) Tambak Pandu, Karawang, Minggu (14/3/2010).
Alhasil, untuk pembudidayaan ikan sidat tersebut, benih harus didatangkan dari alam. Beberapa daerah yang sudah memiliki sebaran tersebut adalah perairan Poso, Manado, selatan Jawa terutama perairan Palabuhan Ratu, dan perairan di barat Sumatera.
Namun, tidak semua daerah itu benihnya bisa dimanfaatkan karena banyak nelayan yang belum mengerti cara untuk menangkapnya. Made menyebutkan, nelayan yang sudah memiliki kemampuan untuk menangkap benih sidat itu baru nelayan yang ada di Palabuhan Ratu. Wilayah ini memiliki palung dan muara sungai yang mengalir ke laut.
Nurdin selaku Kepala Bagian Budidaya di BLU Pandu Karawang bilang, kini sudah ada yang mengomersialkan keberadaan benih itu, terutama nelayan yang ada di Palabuhan Ratu. Mereka sudah mengetahui potensi pasar benih ikan sidat, yang satu kilogramnya atau sekitar 5.000 benih dijual seharga Rp 150.000 per kg. Pembelinya pun kebanyakan datang dari Taiwan, Korea, China, Vietnam, dan tentunya Jepang.
Namun sebagian masyarakat Indonesia belum mengerti keberadaan bibit ikan sidat tersebut. Di Poso dan Manadi, misalnya, benih ikan sidat tersebut bahkan dijadikan ikan yang digoreng dengan rempeyek. Menurut Nurdin, ketika warga tidak mengetahuinya, ikan sidat itu menjadi ikan biasa seperti teri.
Pembeli benih ikan sidat dari berbagai negara kini sudah banyak mengincarnya. Sementara itu, pembeli benih domestik hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan budidaya yang ada di Karawang, Cirebon, dan Indramayu. Yang menyulitkan bagi pembudidaya di dalam negeri adalah mereka tidak memiliki akses langsung ke pasar ekspor. Adapun di pasar dalam negeri, mereka tidak bisa berharap banyak karena konsumen domestik tidak menyukai ikan sidat dan juga karena harganya yang mahal.
"Untuk membudidayakannya juga ada persyaratan jika ingin ekspor ke Jepang sehingga pembudidaya ikan sidat sulit untuk ekspor ke sana," kata Nurdin.
Salah satu cara untuk bisa menembus pasar Jepang adalah dengan menjalin kerja sama terhadap perusahaan Jepang yang sebelumnya sudah berbisnis ikan sidat.
Nurdin bilang, ikan sidat cukup mahal karena proses perawatannya yang membutuhkan waktu lebih panjang, yakni 3-4 bulan. Adapun pakan utamanya adalah pelet dengan protein tinggi yang dijual seharga Rp 9.000 per kg. Selain itu, ikan juga butuh pakan tambahan berupa keong mas yang sudah dipotong-potong.
Dalam perawatannya pun, suplai oksigen harus dijaga karena ikan sidat membutuhkan air dengan tingkat larutan oksigen tinggi. Adapun tingkat kehidupan rata-rata ikan sidat tersebut mencapai 75 persen dari bibit yang ditebar. "Jika ingin detailnya, maka silakan datang ke BLU Tambak Pandu Karawang. Kami akan berikan informasi detailnya," undang Nurdin.
Saat ini di BLU Pandu Karawang terdapat mitra kerja sama dari Jepang, yakni Asama Industry Co Ltd. Mitra ini bekerja sama dengan PT Suri Tani Pemuka yang melakukan kerja sama untuk memproduksi ikan sidat di BLU Pandu Karawang. Ikan sidat yang sudah diproduksi tersebut bisa diekspor langsung ke Jepang karena sudah ada yang menampung. Sayang, Made tidak mau menyebutkan angka ekspor dari perusahaan mitranya tersebut.
Saat ini yang dibutuhkan oleh pembudidaya ikan sidat adalah membuka kerja sama dengan pemasok ikan sidat yang ada di pasar dunia. Menurut Made, pasar yang sangat menarik dan belum banyak disentuh adalah pasar ikan sidat untuk kebutuhan non-Jepang. "Yang mengonsumsi itu tidak hanya Jepang. Taiwan, Korea, dan China juga sangat menyukai ikan ini," ungkap Made.
Butuh proteksi ekspor benih
Masalah yang dihadapi oleh pembudidaya ikan sidat ini adalah masalah daya saing yang ketat dengan negara produsen lainnya. Negara yang sudah mengembangkan budidaya ikan sidat ini adalah Vietnam dan Korea, demikian juga dengan Jepang sendiri. Anehnya, kata Made, budidaya di dua negara tersebut mendapatkan benih ikan sidat dari Indonesia.
Padahal, kata Made, Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah memproteksi ekspor benih ikan sidat dengan alasan guna melindungi spesies dan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. "Namun, pembudidaya ikan sidat di Jepang itu sendiri ternyata adalah orang Indonesia," ungkap Made.
Termasuk yang ada di Korea dan juga Vietnam, benih ikan sidat itu diindikasi berasal dari Indonesia. Made mengindikasi bahwa banyak benih ikan sidat dari Indonesia berseliweran keluar negeri dan dibudidayakan di luar negeri. "Kontainer saja yang besar bisa diselundupkan, apalagi benih yang kecil ini," ujar Made.
Jika penyelundupan benih itu bisa diatasi, maka produksi ikan sidat dari budidaya di dalam negeri bisa sangat diandalkan sebagai nilai tambah bagi pembudidaya di dalam negeri, termasuk menambah devisa negara. (Asnil Bambani Amri/Kontan)
Benih ikan sidat yang bisa hidup di air tawar dan asin itu ternyata menjadi incaran pengusaha perikanan Jepang karena harganya yang terbilang wah dan bisa mengucurkan yen ke kantong. Ambil contoh, ikan sidat jenis marmorata. Untuk membeli satu kilogramnya saja, Anda harus menyediakan uang setidaknya Rp 300.000.
Namun, ada juga 5 jenis ikan sidat lainnya yang salah satunya dijual seharga Rp 150.000 per kg, yakni jenis bicolor. Benihnya banyak ditemukan di perairan Palabuhan Ratu, Jawa Barat. Sampai saat ini, manusia belum bisa melakukan pemijahan terhadap benih ikan sidat tersebut. Pasalnya, ikan ini mensyaratkan pemijahan dilakukan di perairan laut dalam setelah benur lahir dan menjadi benih. Biasanya anakan sidat akan berenang ke muara sungai.
Di muara sungai itulah ikan itu besar sampai kemudian datang masa pemijahan lagi. "Jepang yang memiliki teknologi tinggi pun sampai sekarang belum bisa melakukan pemijahan tersebut," papar Made Suita, Kepala Balai Pelayanan Usaha (BLU) Tambak Pandu, Karawang, Minggu (14/3/2010).
Alhasil, untuk pembudidayaan ikan sidat tersebut, benih harus didatangkan dari alam. Beberapa daerah yang sudah memiliki sebaran tersebut adalah perairan Poso, Manado, selatan Jawa terutama perairan Palabuhan Ratu, dan perairan di barat Sumatera.
Namun, tidak semua daerah itu benihnya bisa dimanfaatkan karena banyak nelayan yang belum mengerti cara untuk menangkapnya. Made menyebutkan, nelayan yang sudah memiliki kemampuan untuk menangkap benih sidat itu baru nelayan yang ada di Palabuhan Ratu. Wilayah ini memiliki palung dan muara sungai yang mengalir ke laut.
Nurdin selaku Kepala Bagian Budidaya di BLU Pandu Karawang bilang, kini sudah ada yang mengomersialkan keberadaan benih itu, terutama nelayan yang ada di Palabuhan Ratu. Mereka sudah mengetahui potensi pasar benih ikan sidat, yang satu kilogramnya atau sekitar 5.000 benih dijual seharga Rp 150.000 per kg. Pembelinya pun kebanyakan datang dari Taiwan, Korea, China, Vietnam, dan tentunya Jepang.
Namun sebagian masyarakat Indonesia belum mengerti keberadaan bibit ikan sidat tersebut. Di Poso dan Manadi, misalnya, benih ikan sidat tersebut bahkan dijadikan ikan yang digoreng dengan rempeyek. Menurut Nurdin, ketika warga tidak mengetahuinya, ikan sidat itu menjadi ikan biasa seperti teri.
Pembeli benih ikan sidat dari berbagai negara kini sudah banyak mengincarnya. Sementara itu, pembeli benih domestik hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan budidaya yang ada di Karawang, Cirebon, dan Indramayu. Yang menyulitkan bagi pembudidaya di dalam negeri adalah mereka tidak memiliki akses langsung ke pasar ekspor. Adapun di pasar dalam negeri, mereka tidak bisa berharap banyak karena konsumen domestik tidak menyukai ikan sidat dan juga karena harganya yang mahal.
"Untuk membudidayakannya juga ada persyaratan jika ingin ekspor ke Jepang sehingga pembudidaya ikan sidat sulit untuk ekspor ke sana," kata Nurdin.
Salah satu cara untuk bisa menembus pasar Jepang adalah dengan menjalin kerja sama terhadap perusahaan Jepang yang sebelumnya sudah berbisnis ikan sidat.
Nurdin bilang, ikan sidat cukup mahal karena proses perawatannya yang membutuhkan waktu lebih panjang, yakni 3-4 bulan. Adapun pakan utamanya adalah pelet dengan protein tinggi yang dijual seharga Rp 9.000 per kg. Selain itu, ikan juga butuh pakan tambahan berupa keong mas yang sudah dipotong-potong.
Dalam perawatannya pun, suplai oksigen harus dijaga karena ikan sidat membutuhkan air dengan tingkat larutan oksigen tinggi. Adapun tingkat kehidupan rata-rata ikan sidat tersebut mencapai 75 persen dari bibit yang ditebar. "Jika ingin detailnya, maka silakan datang ke BLU Tambak Pandu Karawang. Kami akan berikan informasi detailnya," undang Nurdin.
Saat ini di BLU Pandu Karawang terdapat mitra kerja sama dari Jepang, yakni Asama Industry Co Ltd. Mitra ini bekerja sama dengan PT Suri Tani Pemuka yang melakukan kerja sama untuk memproduksi ikan sidat di BLU Pandu Karawang. Ikan sidat yang sudah diproduksi tersebut bisa diekspor langsung ke Jepang karena sudah ada yang menampung. Sayang, Made tidak mau menyebutkan angka ekspor dari perusahaan mitranya tersebut.
Saat ini yang dibutuhkan oleh pembudidaya ikan sidat adalah membuka kerja sama dengan pemasok ikan sidat yang ada di pasar dunia. Menurut Made, pasar yang sangat menarik dan belum banyak disentuh adalah pasar ikan sidat untuk kebutuhan non-Jepang. "Yang mengonsumsi itu tidak hanya Jepang. Taiwan, Korea, dan China juga sangat menyukai ikan ini," ungkap Made.
Butuh proteksi ekspor benih
Masalah yang dihadapi oleh pembudidaya ikan sidat ini adalah masalah daya saing yang ketat dengan negara produsen lainnya. Negara yang sudah mengembangkan budidaya ikan sidat ini adalah Vietnam dan Korea, demikian juga dengan Jepang sendiri. Anehnya, kata Made, budidaya di dua negara tersebut mendapatkan benih ikan sidat dari Indonesia.
Padahal, kata Made, Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah memproteksi ekspor benih ikan sidat dengan alasan guna melindungi spesies dan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. "Namun, pembudidaya ikan sidat di Jepang itu sendiri ternyata adalah orang Indonesia," ungkap Made.
Termasuk yang ada di Korea dan juga Vietnam, benih ikan sidat itu diindikasi berasal dari Indonesia. Made mengindikasi bahwa banyak benih ikan sidat dari Indonesia berseliweran keluar negeri dan dibudidayakan di luar negeri. "Kontainer saja yang besar bisa diselundupkan, apalagi benih yang kecil ini," ujar Made.
Jika penyelundupan benih itu bisa diatasi, maka produksi ikan sidat dari budidaya di dalam negeri bisa sangat diandalkan sebagai nilai tambah bagi pembudidaya di dalam negeri, termasuk menambah devisa negara. (Asnil Bambani Amri/Kontan)
source: www.rumahsidatsemarang.blogspot.com
Eel's Nutritive Value
“うなぎ(unagi)” is the Japanese word for fresh water eels,
and, it usually means the Japanese eel, “anguilla japonicus” in Latin.
Unagi is one of common ingredients for Japanese dish. It is popular in
Japan by charcoal grilled with kabayaki sauce, put on top of freshly
cooked steamed rice. It is getting popular in the U.S. not only unagi on
the rice, but also as nigiri and rolled sushi.
Unagi is high in protein, vitamin A, D, E, DHA (Docosahexa - enoic Acid), EPA (Eicosapenta - enoic Acid), and minerals such as iron, calcium, etc.
Unagi is known for great stamina giving food in Japan.
And, it is consumed by over millions of people, especially,
土用の丑の日(doyou-no-ushi-no-hi), during one or two of the hottest days in
the summer in Japan(usually end half of July). It is like a traditional
event in Japan to eat “unagi” on those days, to gain some vital energy
for surviving rest of roof-burning days.
Vitamin A is the one well known vitamin that unagi
contains highly in its property. It helps preventing from aging, keeping
our eyes healthy, preventing from cancer, and, it also helps keeping
our immune system healthy.
DHA is another factor that makes unagi so special. It
helps for the better brain functioning, memory power, eye-sight
recovery, cancer prevention, lowering cholesterol, and high-blood
pressure. It helps preventing from getting Alzheimer’s disease too.
As well as DHA, EPA is again, valuable factor of unagi. It helps lowering cholesterol like DHA, and, controlling irritability.
Since eel is one of the finest quality fish in the world,
it is welcomed by all sorts of people with various cultures and back
grounds.
source: www.eeldepot.com
Japanese traditional powerhouse, Unagi
I hope many of you readers out there are coping with the heat waves this summer. To survive the notoriously hot and humid summers, Japanese people have created several strategies throughout history. Many of you probably know that eel (unagi) is a delicacy in Japan. It's a tradition to delve into this tasty tantalizer on the midsummer day of the Ox, which falls on July 23rd, and on August 4th this year. But I bet few of you know that this season, the end of summer, is also a great time to enjoy unagi meals to help keep you healthy and cool. In this month's issue, I'll tell you more about this Japanese traditional powerhouse, unagi.
Beef Saturday"- The Origin of Eel Day
As I mentioned, it's customary to eat unagi , especially grilled ones, on specific dates, which we call "doyou-no ushi-no hi". Some of my non-Japanese friends are confused by this. They ask me "Why do Japanese eat eel on Beef Saturdays -" They mistakenly think that "doyou" means "Saturday", and that "Ushi" means "beef". In fact, in this case "doyou" means "the end of the season". Each season has its own "doyou". It usually lasts 18-days, but the summer one is especially important in Japan. We send summer greeting cards, "syochu mimai" during the summer doyou. According to the old calendar, the period is at the end of summer, but actually it's in the middle of summer. This is why we call doyou the "Midsummer Day" in English.
During the 18-days, each doyou has one or two "ushi-no hi", which is the day of the ox. It's named after one of the twelve animals of the Chinese zodiac. We have two "ushi-no hi" in the doyou period, and we call those days "doyou-no ushi-no hi", which translates to "the midsummer day of the ox" in English.
Now hopefully you understand that the meaning of Eel Day is not "beef Saturday". But you may be asking yourself, why have Japanese chosen to have eel on those dates- There are several stories to explain this phenomenon.
As I mentioned, it's customary to eat unagi , especially grilled ones, on specific dates, which we call "doyou-no ushi-no hi". Some of my non-Japanese friends are confused by this. They ask me "Why do Japanese eat eel on Beef Saturdays -" They mistakenly think that "doyou" means "Saturday", and that "Ushi" means "beef". In fact, in this case "doyou" means "the end of the season". Each season has its own "doyou". It usually lasts 18-days, but the summer one is especially important in Japan. We send summer greeting cards, "syochu mimai" during the summer doyou. According to the old calendar, the period is at the end of summer, but actually it's in the middle of summer. This is why we call doyou the "Midsummer Day" in English.
During the 18-days, each doyou has one or two "ushi-no hi", which is the day of the ox. It's named after one of the twelve animals of the Chinese zodiac. We have two "ushi-no hi" in the doyou period, and we call those days "doyou-no ushi-no hi", which translates to "the midsummer day of the ox" in English.
Now hopefully you understand that the meaning of Eel Day is not "beef Saturday". But you may be asking yourself, why have Japanese chosen to have eel on those dates- There are several stories to explain this phenomenon.
The most famous one is based on the following tale. During the Edo Period, an eel restaurant owner was struggling to balance his books as sales were down and customers were few and far between. He visited Gennai Hiraga, a famous scholar, to seek his advice. Gennai had a great idea. He advised the owner to put an ad out on the "doyou-no ushi-no hi", because people at that time for some reason believed they should eat dishes that had the letter "u" in order to survive the summer heat. As a result, the restaurant got a boost in business, and people started to enjoy grilled eel on the day.
Another famous story is based on another event during the Edo Period. An eel restaurant owner received a rush of orders one summer. He kept on broiling eels for three days, including the Rat, Ox and the Tiger Day, and preserved them until the day he needed them. After a few days, he discovered that the eel broiled on Ox Day was fine, but the ones broiled on the other two days tasted bad. The owner started to believe that the midsummer Ox Day is somehow good for broiling eel.
The Notable Nutrients in Unagi
Nutritionally speaking, unagi contains vitamins A, B1, B2, D and E, which are effective agents for rejuvenating the body in summer. Among them, vitamin B1 is especially easy to loose in sweat, several minerals and high quality protein, as well as unsaturated fatty acids like DHA and EPA are more abundant in unagi than in other seafood. The benefits of these unsaturated fatty acids have been vigorously researched and well documented. The following is a summary of the major health benefits of DHA and EPA: - Decreases cholesterol - Lowers blood pressure - Prevents vascular diseases - Reduces the risk of developing arthritis - Promotes normal brain development and nervous system function - Promotes good eyesight See- Now hopefully you understand why having unagi at the end of the summer is good for you.
Another famous story is based on another event during the Edo Period. An eel restaurant owner received a rush of orders one summer. He kept on broiling eels for three days, including the Rat, Ox and the Tiger Day, and preserved them until the day he needed them. After a few days, he discovered that the eel broiled on Ox Day was fine, but the ones broiled on the other two days tasted bad. The owner started to believe that the midsummer Ox Day is somehow good for broiling eel.
The Notable Nutrients in Unagi
Nutritionally speaking, unagi contains vitamins A, B1, B2, D and E, which are effective agents for rejuvenating the body in summer. Among them, vitamin B1 is especially easy to loose in sweat, several minerals and high quality protein, as well as unsaturated fatty acids like DHA and EPA are more abundant in unagi than in other seafood. The benefits of these unsaturated fatty acids have been vigorously researched and well documented. The following is a summary of the major health benefits of DHA and EPA: - Decreases cholesterol - Lowers blood pressure - Prevents vascular diseases - Reduces the risk of developing arthritis - Promotes normal brain development and nervous system function - Promotes good eyesight See- Now hopefully you understand why having unagi at the end of the summer is good for you.
Delectable Unagi Cuisine
The most common Unagi dish is "unagi no kaba-yaki", grilled eel. Skewered unagi is grilled with sweet basting sauce. It's difficult to make it in your kitchen, so most people buy it in stores. Commonly, grilled eel is served over steamed rice. Unagi doesn't contain vitamin C, so don't forget your green salad on the side. Unfortunately, this year, the price of eel is the highest it's been in five years. You may be shocked at the price tag even at a regular grocery store, but the health benefits are well worth the cost. Don't be a scrooge and get the stamina you need to recover from the unrelenting heat from your new friend, unagi.
The most common Unagi dish is "unagi no kaba-yaki", grilled eel. Skewered unagi is grilled with sweet basting sauce. It's difficult to make it in your kitchen, so most people buy it in stores. Commonly, grilled eel is served over steamed rice. Unagi doesn't contain vitamin C, so don't forget your green salad on the side. Unfortunately, this year, the price of eel is the highest it's been in five years. You may be shocked at the price tag even at a regular grocery store, but the health benefits are well worth the cost. Don't be a scrooge and get the stamina you need to recover from the unrelenting heat from your new friend, unagi.
source: www.healthhokkaido.com
Makanan yang Bikin Orang Jepang Pintar
Orang Jepang dulu menguasai dunia dengan otot. Dengan kekuatan pasukan tempur dan senjata lengkap, banyak negara yg takluk di bawah jajahan mereka. Sekarang mereka menguasai dunia dengan otak, banyak negara yang memiliki ketergantungan pada teknologi yg diciptakan otak mereka.
Dari segi postur tubuh, orang Jepang dulu pendek2 seolah2 kurang gizi. Karena berpostur pendek dan kecil, bangsa ini dulu sering disebut bangsa “Kate” (pendek kecil). Sekarang, coba perhatikan mereka dari dekat. Banyak yang tingginya sudah melampaui tinggi orang bule sekalipun. Postur yang tinggi dan kuat.
Selain pintar dan berpostur gede, orang Jepang juga terkenal awet muda dan panjang umur, berkulit bersih, punya ketangguhan lebih tinggi dalam melawan berbagai penyakit, serta, berstamina tinggi.
APA RAHASIA di balik semua itu? Rahasianya ternyata Unagi Kabayaki alias ikan sidat (unagi) panggang yang merupakan makanan favorit mereka. Kabayaki adalah istilah umum jepang untuk makanan yang difillet, dibuang tulangnya dan dicelupkan ke dalam kecap manis- saus dasar sebelum dipanggang di atas panggangan.
Ikan sidat (anguilla sp.) yang menjadi bahan utama pembuatan unagi kabayaki dan merupakan ikan asli Indonesia ini dulu banyak terdapat di Jepang (anguilla japonica). Karena menjadi konsumsi utama org Jepang, ketersediaan ikan ini di Jepang lama kelamaan makin berkurang. Mereka kemudian mengimpornya dari Cina. Tapi karena ikan sidat yang diimpor dari cina banyak mengandung magnesium, mereka kemudian memburunya di Indonesia yang merupakan salah satu negara yang mengandung populasi ikan sidat terbesar di dunia.
Ikan sidat sejak lama dikenal sebagai ginseng air”, “emas lunak” dan lain lain, terdapat catatan rincinya pada “Kitab Obat-Obatan Herbal China”, “Kumpulan Obat Ajaib China” dan catatan-catatan kuno lainnya. Ikan sidat dapat meninggalkan hidup di air, daya adaptasinya sangat kuat, dapat hidup di laut, juga dapat hidup di sungai, maupun air tawar.
Penelitian kedokteran moderen menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya kandungan vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin A masing-masing adalah 25 kali lipat, 5 kali lipat dan 45 kali lipat susu sapi, kandungan zinc (emas otak) merupakan 9 kali lipat susu sapi. Terutama beberapa tahun belakangan ini ditemukan bahwa ikan sidat mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak, disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai.
Dagingnya yang tebal dan lembut juga kaya protein, kalsium, dan vitamin. Juga, mengandung asam lemak DHA dan EPA yang membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan menstimulasi saraf otak. Hal ini sejalan dengan konsep masakan Jepang yang cenderung memakai bahan segar dan sehat. Jika merasa loyo, mengonsumsi unagi juga dipercaya meningkatkan stamina.
Seorang chef senior Indonesia sangat yakin menu berbahan dasar unagi akan membuat ketagihan para pencinta kuliner, terutama penggemar masakan Jepang. Di samping dagingnya yang lembut, rasa unagi juga lezat, perpaduan antara manis dan asin yang berasal dari bumbu olahan khas Jepang. Selain dihidangkan bersama nasi lembut dan hangat, menu ini juga dilengkapi kimchi, yakni makanan tradisional Korea yang sudah banyak ditemukan pada masakan Jepang.
Dari segi postur tubuh, orang Jepang dulu pendek2 seolah2 kurang gizi. Karena berpostur pendek dan kecil, bangsa ini dulu sering disebut bangsa “Kate” (pendek kecil). Sekarang, coba perhatikan mereka dari dekat. Banyak yang tingginya sudah melampaui tinggi orang bule sekalipun. Postur yang tinggi dan kuat.
Selain pintar dan berpostur gede, orang Jepang juga terkenal awet muda dan panjang umur, berkulit bersih, punya ketangguhan lebih tinggi dalam melawan berbagai penyakit, serta, berstamina tinggi.
APA RAHASIA di balik semua itu? Rahasianya ternyata Unagi Kabayaki alias ikan sidat (unagi) panggang yang merupakan makanan favorit mereka. Kabayaki adalah istilah umum jepang untuk makanan yang difillet, dibuang tulangnya dan dicelupkan ke dalam kecap manis- saus dasar sebelum dipanggang di atas panggangan.
Ikan sidat (anguilla sp.) yang menjadi bahan utama pembuatan unagi kabayaki dan merupakan ikan asli Indonesia ini dulu banyak terdapat di Jepang (anguilla japonica). Karena menjadi konsumsi utama org Jepang, ketersediaan ikan ini di Jepang lama kelamaan makin berkurang. Mereka kemudian mengimpornya dari Cina. Tapi karena ikan sidat yang diimpor dari cina banyak mengandung magnesium, mereka kemudian memburunya di Indonesia yang merupakan salah satu negara yang mengandung populasi ikan sidat terbesar di dunia.
Ikan sidat sejak lama dikenal sebagai ginseng air”, “emas lunak” dan lain lain, terdapat catatan rincinya pada “Kitab Obat-Obatan Herbal China”, “Kumpulan Obat Ajaib China” dan catatan-catatan kuno lainnya. Ikan sidat dapat meninggalkan hidup di air, daya adaptasinya sangat kuat, dapat hidup di laut, juga dapat hidup di sungai, maupun air tawar.
Penelitian kedokteran moderen menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya kandungan vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin A masing-masing adalah 25 kali lipat, 5 kali lipat dan 45 kali lipat susu sapi, kandungan zinc (emas otak) merupakan 9 kali lipat susu sapi. Terutama beberapa tahun belakangan ini ditemukan bahwa ikan sidat mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak, disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai.
Dagingnya yang tebal dan lembut juga kaya protein, kalsium, dan vitamin. Juga, mengandung asam lemak DHA dan EPA yang membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan menstimulasi saraf otak. Hal ini sejalan dengan konsep masakan Jepang yang cenderung memakai bahan segar dan sehat. Jika merasa loyo, mengonsumsi unagi juga dipercaya meningkatkan stamina.
Seorang chef senior Indonesia sangat yakin menu berbahan dasar unagi akan membuat ketagihan para pencinta kuliner, terutama penggemar masakan Jepang. Di samping dagingnya yang lembut, rasa unagi juga lezat, perpaduan antara manis dan asin yang berasal dari bumbu olahan khas Jepang. Selain dihidangkan bersama nasi lembut dan hangat, menu ini juga dilengkapi kimchi, yakni makanan tradisional Korea yang sudah banyak ditemukan pada masakan Jepang.
source: http://indoritel.com
Sifat Sifat Glass Eel
Benih Ikan Sidat (Glass Eel-> Elver)
Usaha budi daya ikan sidat masih tergantung total pada glass eel (juvenile) yang ditangkap oleh nelayan selama migrasinya dari laut ke sungai sungai air tawar, yang berhadapan dengan samudera raya. Glass eel yang transparan secara perlahan mengalami pigmentasi dan disebut elver.
Sifat Sifat dari Elver
Pelihara elver dalam akuarium. Ini adalah saran yang baik untuk setiap pembudi daya sidat, karena dalam akuarium anda dapat secara nyata melihat apa yang dilakukan elver, apa yang disukai dan yang tidak disukainya, dan bagaimana tingkah lakunya. Setelah anda memelihara elver dalam akuarium akan didapat pengetahuan yang berguna untuk memperlakukan sejumlah besar elver yang akan anda budi dayakan di dalam bak, dimana tidak dapat melakukan observasi secara dekat.
Sifat elver yang baru ditangkap sampai dengan 4 hari
Elver akan bersembunyi di celah celah, di bawah batu dan sebagainya, dan muncul pada waktu malam (ketika tertarik dengan adanya cahaya) juga tidak menunjukan ketertarikan pada makanan.
Sifat elver hari ke 4 sampai dengan hari ke 10
Elver sembunyi dalam celah-celah, dan menjadi berwarna abu-abu, dan mulai makan. Pakan terbaik adalah cacing tanah yang dilumatkan. Cacing tanah segar di lumatkan di blender, dan dibentuk pasta . Pertama kali pasta cacing ini dimasukan ke akuarium, tidak ada elver yang tertarik kecuali saat elver menabraknya dengan tidak sengaja. Ketika elver melakukannya maka dia mulai makan di dasar akuarium. Perlu waktu satu jam atau lebih bagi elver untuk makan, berikan pasta cacing satu kali sehari.
Sifat Elver Hari ke 10 sampai dengan hari ke 20
Elver akan menggunakan separuh dari waktunya berenang secara aktif, bersembunyi di celah-celah tumbuhan air atau mengubur dirinya di pasir, dengan hanya memunculkan kepalanya dari separuh waktunya yang lain. Warnanya makin bertambah gelap, tetapi perutnya agak lebih transparan. Setelah makan akan mudah terlihat makanan di perutnya. Berikan makan dua kali sehari jam 09:00 dan jam 17:00, dan tempatkan pasta di lokasi yang sama. Elver kemudian secara cepat mendeteksi adanya makanan, dan tertarik dengan bau amis, akan tetapi lambat menentukan lokasi dari pakan, karena arus air akan mendifusikan bau makanan ke seluruh aquarium, elvers akn segera berenang menjelajah di dasar kolam. Elver menentukan lokasi pakannya sepenuhnya dengan indera penciuman (eel yang buta yang ditempatkan di akuarium dapat hidup bertahun tahun) akan memakan pakan secara rakus jika mendapatkannya.
Hari ke 21 sampai dengan hari ke 30
Elver akan tumbuh dan dapat terlihat beberapa tumbuh lebih cepat dari pada yang lainnya. Ia akan mulai terbiasa dengan rutinitas pemberian pakan, segera setelah pakan di letakan, dengan cepat sidat menciumnya dan secara rakus memakan pasta pakan. Dapat berlangsung dalam 10 menit.
Setelah hari ke 30
Jika elver bertahan sejauh ini berarti perlakuan yang dilakukan sudah tepat, dan dapat menjadi kesuksesan. Elver akan menjadi semakin rakus dan ada empat tanda penting yang mesti dimiliki.
- Usahakan air tetap bening seperti kristal.
- Berikan elver pakan sebisa dia makan, maka ia akan cepat tumbuh.
- Jangan biarkan kelebihan pakan jatuh dalam bak, karena ini akan meracuni air, dan menyebabkan penyakit. Pakan jangan dilemparkan ke air tetapi letakan pada wadah, dan lokasikan agak di bawah permukaan air. Jika elver sudah cukup makan maka sisa makanan dapat di angkat.
- Pisahkan elver yang kurang cepat pertumbuhannya, tempatkan pada kelompok yang lambat pertumbuhannya, dan yang lain pada kelompok yang cepat pertumbuhannya.
source: http://indonesian-eel.blogspot.com
Resep Sidat / Unagi Donbori

Bahan :
- 200 gram nasi putih
- 100 gram unagi, cuci bersih
- 1 butir telur, dadar
- 200 ml kikkoman soyu
- 1 sendok makan sake (kalo tidak suka boleh tidak pake)
- 3 sendok makan mirin
- 3 sendok makan gula pasir
- 2 sendok makan madu
- 1 sendok teh jahe, parut
- 75 ml air
- Panaskan mirin hingga terbakar, tunggu hingga api redup.
- Masukkan sake, gula pasir, kikkoman soyu, jahe parut dan madu.
- Tambahkan air, masak dengan api kecil hingga saus sedikit berkurang dan agak kental.
- Matikan api, ambil unagi, poles dengan saus sedikit demi sedikit.
- Panggang dengan api sedang sambil dipoles berulang-ulang hingga unagi matang.
source: http://adia-luhkan.blogspot.com
Resep Ikan Sidat Unagi Kabayaki
Unagi Kabayaki - Sidat Panggang (Resep ikan sidat masakan Jepang) untuk 2-4 orang
Bahan:
300 gram Sidat (Unagi) masak atau 450 gram fillet ikan sidat
pickled ginger (acar jahe)
Bubuk Sansho
Saus kabayaki (lihat di bawah)
Bahan Saus Kabayaki:
3 sendok makan sake
2 sendok makan mirin (sweet rice wine)
2 sendok makan kecap jepang (Japanese soy sauce)
4 sendok teh gula
1/2 mangkuk kaldu ikan
Cara membuat Saus Kabayaki:
Cara Membuatnya:
Bahan:
300 gram Sidat (Unagi) masak atau 450 gram fillet ikan sidat
pickled ginger (acar jahe)
Bubuk Sansho
Saus kabayaki (lihat di bawah)
Bahan Saus Kabayaki:
3 sendok makan sake
2 sendok makan mirin (sweet rice wine)
2 sendok makan kecap jepang (Japanese soy sauce)
4 sendok teh gula
1/2 mangkuk kaldu ikan
Cara membuat Saus Kabayaki:
- Untuk membuat saus, tempatkan semua bahan dalam panci lalu rebus.
- Gunakan api kecil, aduk sampai saus menjadi separuhnya.
Cara Membuatnya:
- Siapkan saus kabayaki lalu sisihkan
- Tusukan 2 atau 3 tusuk sate ke fillet sidat sehingga bentuknya tetap saat di panggang.
- Panggang sidat di atas arang selama 3 menit, dagingnya menghadap bara api.
- Ulas sidat dengan saus, dan panggang lagi kedua sisi selama 1 menit, ulangi beberapa kali dengan 1 menit untuk tiap sisi.
- Tempatkan sidat masak pada tatakan, putar tusuk sate dan tarik pelan pelan, kemudian potong sidat sepanjang 4 inchi, dan sajikan di atas nasi.
- Hidangkan sidat panggang hangat dengan timun jepang, acar jahe dan bubuk sansho
Pakan Sidat
Membuat pakan untuk sidat ukuran glass eel. Berkaca di habitat aslinya atau di alam sidat jenis glass eel ini membutuhkan plankton untuk sumber makanan utamanya. tetapi kadang juga bisa memakan hewan-hewan kecil seperti anakan ikan, anakan udang, cacing kecil atau lainnya.
Permasalahan yang sering muncul adalah ketika glass eel tersebut dipindahkan kedalam kolam atau aquarium kita, jelas hal yang pertama adalah si glass eel tersebut ogah untuk makan karena perpindaha alam dan juga disebabkan perbedaan suhu air, kadar oksigen dan perbedaan lain yang tidak sesuai dengan alamnya atau habitatnya. Penangan yang pertama adalah membiarkan atau mempuasakan si glass eel tersebut selama 2-3hari kemudian baru kita bikinkan pakan untuk si glass eel tersebut.
Siapkan pur yang halus, campurkan dengan sedikit cacing sutera atau lumbricus blender hingga mengembang, jangan terlalu banyak dulu untuk pertama kali membuat pasta untuk glass eel ini, usahakan agar air dalam kolam tidak tercemar oleh capuran pasta ini. Masukan pasta ini kedalam keranjang kecil dan biarkan didalam kolam agar sidat glass eel ini mengetahui dan mencari untuk belajar memakan pasta ini.
Jika dengan pasta ini sidat belum mau makan juga terpaksa harus diberi makanan cacing sutera agar sidat glass eel ini kuat bertahan, setelah bisa memakan cacing sutera kita olah cacing sutera ini dengan campuran pur halus. Sekian postingan tentang cara membuat pakan untuk glass eel. semoga bermanfaat. (sidatkita)
KANDUNGAN GIZI & MANFAAT IKAN SIDAT
Penelitian kedokteran moderen menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya:
1). vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi
2). vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi
3). vitamin A, 45 kali lipat susu sapi,
4). kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi.
1. Mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi
yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak.
2. Disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai. Sidat memiliki kandungan nutrisi protein, karbohidrat, serta omega 3 yang tinggi. Sehingga menguatkan fungsi otak dan memperlambat terjadinya kepikunan. Ikan sidat mempunyai kandungan asam lemak Omega 3 tinggi, yakni sekitar 10,9 gram per 100 gram. Omega 3 ini dipercaya mampu meningkatkan fungsi mental, memori, dan konsentrasi manusia. Zat yang banyak terdapat dalam lemak sidat ini juga terbukti mampu mengobati depresi, gejala penyakit kejiwaan atau schizophrenia. Mengkonsumsi ikan sidat dapat mengatur imunitas tubuh manusia, sebagai anti oksidan, menghilankan racun tubuh, serta memperlambat penuaan.
3. Teknologi menemukan bahwa daya hidup ikan sidat yang ajaib bersumber dari tulang sum-sumnya yang besar dan kuat. Penelitian modern menunjukkan bahwa tulang sum-sum ikan sidat mengadung beratus-ratus jenis zat bergizi, gizi dan nilai farmakologinya yang istimewa telah mendapat perhatian yang luas dari para pakar.
4. Sudah banyak terbukti, mengkonsumsi ikan sidat secara teratur dapat mendorong terbentuknya lemak fosfat dan perkembangan otak besar, bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat. Juga memperbaiki sikulasi kapiler, mempertahankan tekanan darah normal, mengobati pembuluh darah otak.
5. Banyak orang merasakan manfaat mengkonsumsi ikan sidat untuk penyakit rabun jauh, rabun dekat, glukoma dan penyakit mata kering di sebabkan karena mata terlalu lelah.
6. Minyak Ikan sidat dibuat dari ekstrak sum-sum ikan sidat segar, mengandung tiga jenis nutrient penting yaitu: asam lemak omega 3 (DHA & EPA) , Phospholipids dan antioksidan Vitamin E.
(Dari berbagai sumber).
1). vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi
2). vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi
3). vitamin A, 45 kali lipat susu sapi,
4). kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi.
1. Mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi
yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak.
2. Disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai. Sidat memiliki kandungan nutrisi protein, karbohidrat, serta omega 3 yang tinggi. Sehingga menguatkan fungsi otak dan memperlambat terjadinya kepikunan. Ikan sidat mempunyai kandungan asam lemak Omega 3 tinggi, yakni sekitar 10,9 gram per 100 gram. Omega 3 ini dipercaya mampu meningkatkan fungsi mental, memori, dan konsentrasi manusia. Zat yang banyak terdapat dalam lemak sidat ini juga terbukti mampu mengobati depresi, gejala penyakit kejiwaan atau schizophrenia. Mengkonsumsi ikan sidat dapat mengatur imunitas tubuh manusia, sebagai anti oksidan, menghilankan racun tubuh, serta memperlambat penuaan.
3. Teknologi menemukan bahwa daya hidup ikan sidat yang ajaib bersumber dari tulang sum-sumnya yang besar dan kuat. Penelitian modern menunjukkan bahwa tulang sum-sum ikan sidat mengadung beratus-ratus jenis zat bergizi, gizi dan nilai farmakologinya yang istimewa telah mendapat perhatian yang luas dari para pakar.
4. Sudah banyak terbukti, mengkonsumsi ikan sidat secara teratur dapat mendorong terbentuknya lemak fosfat dan perkembangan otak besar, bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat. Juga memperbaiki sikulasi kapiler, mempertahankan tekanan darah normal, mengobati pembuluh darah otak.
5. Banyak orang merasakan manfaat mengkonsumsi ikan sidat untuk penyakit rabun jauh, rabun dekat, glukoma dan penyakit mata kering di sebabkan karena mata terlalu lelah.
6. Minyak Ikan sidat dibuat dari ekstrak sum-sum ikan sidat segar, mengandung tiga jenis nutrient penting yaitu: asam lemak omega 3 (DHA & EPA) , Phospholipids dan antioksidan Vitamin E.
(Dari berbagai sumber).
Hubungi Kami
Untuk pemesanan dapat hubungi ke 083872349783
Transfer biaya + ongkir yang sudah di sepakati
Via Mandiri
Nomor Rekening : 155000332889
Atas Nama : Nabella
Via BCA
Nomor Rekening 0240225671
Atas Nama : Ahmad Danial A
Transfer biaya + ongkir yang sudah di sepakati
Via Mandiri
Nomor Rekening : 155000332889
Atas Nama : Nabella
Via BCA
Nomor Rekening 0240225671
Atas Nama : Ahmad Danial A
Sidat
Sidat (Anguilla spp), merupakan komoditas perikanan ini belum banyak dikenal orang. Padahal, hewan yang mirip dengan belut ini memiliki potensi luar biasa sebagai komoditas dalam negeri maupun ekspor. Saat ini, permintaan ekspor sidat terus meningkat. Harga jualnya juga mencengangkan. Ikan sidat merupakan salah satu jenis ikan yang laku di pasar internasional (Jepang, Hongkong, Belanda, Jerman, Italia dan beberapa negara lain), dengan demikian ikan ini memiliki potensi sebagai komoditas ekspor. Di Indonesia sendiri, sumberdaya benih cukup berlimpah. Setidaknya, terdapat empat jenis sidat, yaitu Anguilla bicolor, Anguilla marmorata, Anguilla nebulosa, dan Anguilla celebesensis.
Secara kasat mata, ikan sidat memiliki bentuk yang menyerupai belut. Secara fisik belut memiliki bentuk kepala lancip dan bulat, sedangkan ikan sidat ini mempunyai bentuk kepala segitiga, badan berbintik-bintik, dan ekor yang mirip ekor lele. Sidat juga bukan belut berkuping. Karena, yang selama ini dianggap telinga, sebenarnya adalah sirip. Dilihat dari ukurannya, panjang tubuh belut akan mentok di kisaran 60 cm. Sedangkan panjang sidat berkisar 80 cm−125 cm. Bobot terberat binatang ini juga bisa menyentuh angka 1 kg. Bahkan, di Pulau Enggano, Propinsi Bengkulu pernah ditemukan ikan sidat dengan berat sampai 10 kg.
Ikan ini banyak terdapat di sungai-sungai atau muara yang mengarah ke laut selatan. Beberapa nama lain dari moa :
- Lumbon adalah ikan sidat yang berukuran kecil.
- Sidat adalah ikan sidat yang berukuran sedang atau besar.
- Pelus adalah ikan sidat yang berukuran super besar 20 kg lebih.
Perubahan iklim telah mengubah pola migrasi ikan sidat di perairan laut Kepulauan Indonesia. Jika biasanya ikan ini hanya bisa dilihat di laut selama setengah tahun, namun saat ini belut laut ini muncul sepanjang tahun. Jarang sekali ikan ini dikonsumsi oleh orang pribumi. Meski demikian, jangan remehkan ikan ini dari bentuknya. Sebab kandungan nutrisi ikan ini berada di atas rata-rata semua jenis ikan. Bahkan, di Eropa, Amerika, dan Jepang ikan ini laris manis dan menjadi konsumsi dari kalangan menengah ke atas karena harganya cukup mahal. Sebagian orang Jepang percaya bahwa dengan mengonsumsi ikan ini bisa menambah stamina dan memperpanjang umur. Meskipun terkesan hanya sebagai mitos, namun secara medis ikan ini memang memiliki kandungan nutrisi protein, karbohidrat, serta omega 3 yang tinggi. Sehingga menguatkan fungsi otak dan memperlambat terjadinya kepikunan. Indonesia memiliki potensi sebagai penghasil ikan sidat jenis tropis yang melimpah.
Dari berbagai sumber.
Image by http://informasi-budidaya.blogspot.com
Dari berbagai sumber.
Image by http://informasi-budidaya.blogspot.com
Paket Benih Sidat Lengkap
Paket benih sidat lengkap (750rb)
Benih sidat 400 ekor, serokan, tempat pakan, pakan 4 kg, aerator 2
titik, selang aerator, batu aerator, filter aquarium, selang filter,
busa,heater aquarium, aquarium ukuran 60x30x30 cm.
Paket Benih Sidat Ekonomis
Paket Benih Sidat Ekonomis (500rb)
Benih sidat 300 ekor, serokan, tempat pakan, pakan 2 kg, aerator 2 titik, selang aerator, batu aerator. (Belum termasuk media dan heater)
Cukup siapkan media berupa aquarium atau plastic box.
Benih sidat 300 ekor, serokan, tempat pakan, pakan 2 kg, aerator 2 titik, selang aerator, batu aerator. (Belum termasuk media dan heater)
Cukup siapkan media berupa aquarium atau plastic box.
Subscribe to:
Posts (Atom)




















